Kesenian Gondang Lisung atau yang lebih dikenal sebagai Gondang Buhun kembali ditampilkan dalam rangkaian Kunjungan Jurnalistik Tahun 2026 bertema Suaraka Kisah Hutan Adat, Membawa Cerita dari Hutan. Penampilan tersebut berlangsung di Kampung Kuta, sebuah kawasan yang dikenal karena komitmennya menjaga hutan adat dan tradisi leluhur.
Alunan musik tradisional yang dihasilkan dari tabuhan lisung dan irama khas masyarakat setempat menjadi pembuka yang memperkenalkan kekayaan budaya Kampung Kuta kepada para peserta. Pertunjukan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana menyampaikan nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Gondang Buhun sebagai Warisan Budaya
Bagi masyarakat Kampung Kuta, Gondang Buhun memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar pertunjukan seni. Kesenian ini menjadi bagian dari identitas budaya yang mencerminkan semangat kebersamaan, penghormatan kepada alam, serta hubungan erat antara manusia dan lingkungan sekitarnya.
Melalui irama yang khas, masyarakat mempertahankan tradisi yang telah hidup sejak lama sekaligus memperkenalkannya kepada pengunjung agar tetap dikenal oleh generasi masa kini.
Cerita Hutan Adat dalam Balutan Seni
Tema Suaraka Kisah Hutan Adat mengajak peserta memahami bahwa pelestarian hutan tidak hanya dilakukan melalui aturan, tetapi juga melalui budaya yang terus dijaga. Gondang Buhun menjadi salah satu media untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.
Kehadiran kesenian tradisional dalam kegiatan jurnalistik memberikan pengalaman yang lebih utuh, karena peserta dapat melihat secara langsung bagaimana budaya dan lingkungan saling melengkapi dalam kehidupan masyarakat adat.
Menjaga Tradisi untuk Generasi Mendatang
Penampilan Gondang Buhun dalam Kunjungan Jurnalistik 2026 menjadi bukti bahwa warisan budaya tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman. Tradisi ini tidak hanya dipertahankan sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga terus diperkenalkan sebagai identitas yang membanggakan.
Melalui kegiatan seperti ini, Kampung Kuta menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan hutan adat dapat berjalan beriringan. Irama Gondang Buhun pun terus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai leluhur sekaligus merawat kekayaan alam untuk generasi yang akan datang.
