
Lomba lukis payung kertas digelar di Kaliwungu, Kendal sebagai upaya melestarikan seni tradisional yang mulai tergerus zaman. Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk menjaga warisan budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan modern.
Lomba ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga seniman lokal. Para peserta menampilkan kreativitas mereka dengan melukis motif khas di atas payung kertas, yang selama ini dikenal sebagai bagian dari tradisi seni daerah.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi. Generasi muda diperkenalkan kembali pada seni lukis payung kertas yang hampir punah, sehingga diharapkan muncul ketertarikan untuk mempelajarinya.
Penyelenggara menilai bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mengenalkan, tetapi juga harus melibatkan masyarakat secara langsung. Melalui lomba ini, seni tradisional dapat dirasakan, dipelajari, dan dikembangkan bersama.
Antusiasme peserta dan pengunjung menunjukkan bahwa minat terhadap seni tradisional masih ada. Hal ini menjadi harapan bahwa budaya lokal tetap memiliki tempat di tengah arus globalisasi.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, seni lukis payung kertas diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang. Upaya pelestarian ini menjadi penting agar warisan budaya tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
