Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengungkap adanya kebocoran dalam sistem retribusi sampah. Kondisi ini menyebabkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hilang hingga Rp20 miliar per tahun.
Temuan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah kota. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan retribusi pun mulai dilakukan.
Potensi Kebocoran Sistem
Menurut Agustina Wilujeng, kebocoran ini diduga terjadi pada aspek pengelolaan dan penarikan retribusi di lapangan. Hal ini membuka celah terjadinya ketidakefisienan dalam sistem.
Pemerintah berupaya mengidentifikasi titik-titik rawan kebocoran. Langkah ini penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar.
Evaluasi dan Perbaikan Sistem
Pemkot Semarang tengah melakukan evaluasi terhadap mekanisme retribusi sampah. Perbaikan sistem menjadi fokus utama untuk meningkatkan transparansi.
Upaya ini juga mencakup penguatan pengawasan dan digitalisasi layanan. Dengan sistem yang lebih baik, diharapkan kebocoran dapat ditekan.
Komitmen Tingkatkan PAD
Pemerintah Kota Semarang berkomitmen mengoptimalkan potensi PAD dari sektor retribusi. Pembenahan sistem diharapkan mampu meningkatkan pendapatan daerah.
Selain itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci dalam pengelolaan keuangan daerah. Langkah ini diharapkan membawa perbaikan signifikan ke depan.
