Kinerja ekspor komoditas asal Jawa Tengah kembali menunjukkan hasil positif. Selama periode Januari hingga Juni 2026, sebanyak 403 ton daun cincau kering berhasil diekspor ke berbagai negara di kawasan Asia.
Komoditas tersebut dikirim ke Thailand, Malaysia, Tiongkok, dan Kamboja. Kelancaran proses ekspor didukung oleh layanan Karantina Jawa Tengah yang telah terintegrasi melalui sistem SSm QC (Single Submission Quarantine Customs) sehingga proses administrasi dan pemeriksaan menjadi lebih cepat.
Layanan Terintegrasi Percepat Ekspor
Penerapan sistem SSm QC memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam mengurus persyaratan ekspor. Integrasi layanan mempercepat proses pemeriksaan karantina sekaligus meningkatkan efisiensi pengiriman komoditas ke negara tujuan.
Dengan proses yang lebih sederhana dan terkoordinasi, waktu penyelesaian dokumen dapat dipersingkat sehingga kegiatan ekspor berjalan lebih lancar.
Komoditas Lokal Tembus Pasar Internasional
Daun cincau kering menjadi salah satu komoditas pertanian yang memiliki permintaan di pasar internasional. Keberhasilan ekspor ratusan ton produk tersebut menunjukkan potensi besar komoditas lokal Jawa Tengah untuk bersaing di pasar global.
Peningkatan ekspor juga memberikan peluang bagi pelaku usaha dan petani untuk memperluas jaringan pemasaran sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk yang dihasilkan.
Dorong Daya Saing Ekspor Jawa Tengah
Keberhasilan ekspor selama semester pertama 2026 menjadi indikator positif bagi perkembangan sektor perdagangan luar negeri Jawa Tengah. Dukungan layanan karantina yang semakin modern diharapkan mampu memperkuat daya saing produk daerah di pasar internasional.
Dengan total ekspor mencapai 403 ton dalam enam bulan, Jawa Tengah menunjukkan konsistensinya dalam mengembangkan komoditas unggulan. Sinergi antara pelaku usaha dan layanan karantina yang terintegrasi diharapkan terus mendorong peningkatan ekspor ke berbagai negara tujuan pada periode berikutnya.
