PSIS Semarang masih menghadapi persoalan terkait sanksi dari FIFA yang berdampak pada aktivitas klub, khususnya dalam pendaftaran pemain baru. Di tengah situasi tersebut, muncul informasi bahwa klub masih memiliki piutang yang belum dibayarkan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB).
Dana yang belum diterima itu disebut menjadi salah satu faktor penting yang berpotensi membantu penyelesaian sengketa yang berujung pada sanksi FIFA terhadap Laskar Mahesa Jenar.
Piutang PSIS ke PT LIB Jadi Sorotan
Piutang yang dimiliki PSIS kepada PT LIB menjadi perhatian karena dinilai dapat berpengaruh pada upaya penyelesaian kewajiban klub. Dana tersebut disebut berkaitan dengan hak finansial klub yang hingga kini belum tersalurkan sepenuhnya.
Jika dana tersebut cair, pihak klub diyakini akan memiliki ruang lebih besar untuk menyelesaikan persoalan yang sedang berjalan di ranah FIFA.
Berkaitan dengan Sanksi FIFA
Sanksi FIFA yang dijatuhkan kepada PSIS diduga berkaitan dengan penyelesaian kewajiban finansial yang belum tuntas. Dalam kondisi ini, setiap aliran dana menjadi penting untuk membantu klub memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Oleh karena itu, piutang dari PT LIB dianggap bisa menjadi salah satu kunci dalam proses penyelesaian kasus tersebut.
Upaya Penyelesaian oleh Klub
Manajemen PSIS disebut tengah berupaya mencari solusi terbaik agar sanksi FIFA dapat segera dicabut. Salah satu langkah yang diharapkan adalah pencairan dana yang masih tertahan tersebut.
Selain itu, klub juga diharapkan dapat segera menyelesaikan kewajiban lain yang menjadi bagian dari sengketa agar tidak menghambat aktivitas tim ke depan.
Dampak terhadap Tim
Jika sanksi masih berlanjut, PSIS akan tetap menghadapi keterbatasan dalam aktivitas transfer pemain. Hal ini tentu berpengaruh pada persiapan tim dalam menghadapi kompetisi yang sedang atau akan berlangsung.
Karena itu, penyelesaian kasus ini menjadi hal yang cukup krusial bagi keberlangsungan klub.
Penutup
Piutang PSIS ke PT LIB kini menjadi salah satu faktor yang disorot dalam upaya penyelesaian sanksi FIFA. Jika dana tersebut dapat segera dicairkan, hal itu berpotensi mempercepat proses penyelesaian sengketa yang tengah dihadapi klub
