Taj Yasin Maimoen menegaskan pentingnya integritas dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMA dan SMK di Jawa Tengah. Ia meminta seluruh proses seleksi berjalan secara terbuka, sportif, dan bebas dari praktik tidak sehat seperti titip-menitip.
Penegasan ini disampaikan untuk memastikan proses penerimaan siswa baru berlangsung adil dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik.
Seleksi Harus Terbuka dan Adil
Wagub menekankan bahwa SPMB harus dilaksanakan secara transparan agar dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Menurutnya, sistem yang terbuka akan memperkecil potensi penyimpangan dalam proses seleksi.
Dengan demikian, masyarakat dapat mengawasi jalannya penerimaan siswa baru secara lebih mudah dan objektif.
Larangan Keras Praktik Titip-Menitip
Dalam pelaksanaannya, Taj Yasin secara tegas melarang adanya praktik titip-menitip dalam proses SPMB. Ia menyebut praktik tersebut dapat merusak prinsip keadilan dan mencederai kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.
Karena itu, seluruh pihak yang terlibat diminta untuk menjaga komitmen bersama dalam menciptakan proses seleksi yang bersih.
Penguatan Sistem Seleksi Pendidikan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya memperkuat sistem seleksi penerimaan siswa baru agar lebih akuntabel. Penggunaan sistem yang transparan diharapkan dapat meminimalkan intervensi dari pihak luar.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan di daerah.
Komitmen Wujudkan Pendidikan Berintegritas
Wagub Jateng menegaskan bahwa dunia pendidikan harus menjadi contoh dalam penerapan nilai integritas. Oleh karena itu, pelaksanaan SPMB diharapkan benar-benar mencerminkan prinsip kejujuran, keterbukaan, dan keadilan.
Dengan komitmen tersebut, diharapkan proses penerimaan siswa baru di Jawa Tengah dapat berjalan lebih baik dan dipercaya masyarakat.
