
Ahmad Luthfi menekankan pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Kolaborasi ini dinilai krusial untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pertanahan dan pelayanan publik di wilayah provinsi.
Menurut Gubernur Luthfi, koordinasi yang kuat antara Pemprov dan ATR/BPN harus terus dijaga agar program-program pertanahan berjalan lancar. Sinergi yang solid juga akan mempermudah proses administrasi, sertifikasi tanah, dan penataan ruang di Jawa Tengah.
Selain itu, Gubernur Luthfi menekankan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas. Pemprov diharapkan aktif mendukung setiap kebijakan dan program ATR/BPN agar masyarakat merasakan manfaat langsung dari pelayanan pertanahan yang lebih cepat dan transparan.
Pemerintah provinsi juga didorong untuk menyiapkan data dan informasi yang akurat terkait aset dan kawasan di wilayahnya. Hal ini penting agar setiap kebijakan pertanahan dapat dijalankan secara tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.
Lebih lanjut, Gubernur Luthfi menegaskan bahwa sinergi ini akan menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanahan. Dengan kolaborasi yang baik, penyelesaian sengketa, penataan ruang, dan percepatan sertifikasi tanah dapat dilakukan lebih efektif.
Dengan penguatan kerja sama antara Pemprov dan ATR/BPN, diharapkan pelayanan pertanahan di Jawa Tengah semakin profesional, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
