Blora memperingati hari jadinya yang ke-276 dengan menggelar tradisi jamasan Keris Kiai Bismo. Prosesi berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya dan leluhur.
Jamasan keris merupakan ritual pembersihan pusaka yang sarat makna spiritual. Dalam tradisi ini, keris dianggap bukan sekadar benda, tetapi simbol sejarah dan identitas masyarakat.
Prosesi jamasan diikuti oleh berbagai unsur masyarakat dan tokoh adat. Mereka bersama-sama menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Banyak warga yang antusias menyaksikan jalannya prosesi yang penuh nilai filosofis.
Pemerintah daerah menilai tradisi ini penting untuk terus dilestarikan. Upaya menjaga warisan budaya menjadi bagian dari identitas daerah yang tidak terpisahkan.
Dengan digelarnya jamasan Keris Kiai Bismo, Blora tidak hanya merayakan hari jadinya. Tradisi ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga nilai budaya di tengah perkembangan zaman.
