PSIS Semarang harus meninggalkan Semarang untuk menjalani sesi latihan. Keterbatasan lapangan di kota tersebut memaksa tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar mencari alternatif lokasi.
Sebagai solusi, PSIS memilih Boyolali sebagai tempat latihan. Fasilitas yang tersedia dinilai lebih memadai untuk mendukung kebutuhan tim dalam menjaga kondisi fisik dan taktik permainan.
Kondisi ini menjadi sorotan karena klub profesional seharusnya memiliki akses terhadap fasilitas latihan yang layak di kota asalnya. Keterbatasan infrastruktur olahraga dinilai dapat memengaruhi performa tim.
Meski harus berlatih di luar kota, para pemain tetap menjalani program latihan dengan disiplin. Tim pelatih memastikan persiapan tetap berjalan optimal meski menghadapi kendala fasilitas.
Manajemen PSIS berharap ke depan ada perhatian lebih terhadap pengembangan sarana olahraga di Semarang. Fasilitas yang memadai dinilai penting untuk mendukung prestasi klub.
Dengan menjadikan Boyolali sebagai solusi sementara, PSIS tetap berkomitmen menjaga performa tim. Upaya ini dilakukan agar persiapan menghadapi kompetisi tetap berjalan maksimal.
